Selasa, 30 Mei 2017

Pengalaman baragama



MENURUT Muhammad Iqbal, Al Quran secara umum bertujuan hendak menyadarkan manusia tentang adanya kesadaran bathin manusia yang lebih tinggi untuk berhubungan dengan Allah. Kesadaran bathin ini dalam sejarah filsafat agama telah menjadi objek telaah terus-menurus dalam suatu thema yang disebut pengalaman beragama, yaitu suatu pengalaman yang terjadi di ruang sebelah dalam bathin psikologis di mana manusia dapat mengembangkan suatu pusat kekuatan sedemikian rupa sehingga kebebasannya dapat bertumbuh secara penuh berhubungan langsung dengan pusat semesta yang dalam bahasa teologis disebut Allah.
Seperti laiknya, rasionalitas manusia yang Immanuel Kant sebutkan bersifat a priori demikian halnya dengan ruang sebelah dalam bathin psikologis adalah merupakan struktur a priori terhadap sesuatu yang irrasional yangmemungkinkan manusia meraih kesadaran beragama. Kesadaran tersebut adalah kepekaan terhadap yang kudus. Atas dasar kesadaran beragama inilah manusia dapat mengalami hal-hal duniawi sebagai petunjuk dari Illahi.
Di tingkat puncak pengalaman yangkudus ini dapat diisi dengan ide tentang Allah yang dalam strukturnya bersifat formal sehingga dengan cara ini manusia secara intuitif dan efektif mampu melihat misteri Illahi melalui penampakan simbol-simbol duniawi. Hal ini dapat dicontohkan bagaimana Nabi Ibrahami AS mengalami suatu pengalaman religus dengan melihat secara rohani kedahsyaratan matahari, rembulan dan semestra alam ketika ia sedang mencari Allah.
Atas dasar struktur a priori pengalaman beragama adalah dasar dari segala kegiatan rohani manusia yang dapat muncul dalam bentuk kerja-kerja kreatif, agama, filsafat, ilmu seni, cinta dan hubungan antar manusia.
Secara fenomenologis, struktur pengalaman beragama bersifat tergantung, karena itu agama sering didefinisikan sebagai the feeling of defence (perasaan ketergantungan) yang muncul karena perasaan keterciptaan, di mana manusia mengalami bahwa ia hilang dalam ketiadaan yang dialami secara objektif. Oleh karena itu pengalaman beragama merupakan suatu pernyataan diri.
Pada pengalaman beragama manusia mengalami suatu perasaan yang disebut misterium tremendum yakni bahwa pengalaman beragama itu menakutkan dan mengalami perasaan yang disebut misterium fascinosium yakni suatu perasaan terpesona, terpana dan terpikat. Kedua perasaan ini dapat dialami manusia puncaknya yang tertinggi, yaitu suatu keadaan ekstase dalam pengalaman mistik keagamaan.
Dari banyak-banyak karya mistik keagamaan yang berhubungan dengan manusia memberikan bukti bahwa pengalaman beragama sangat kuat dan berpengaruh besar dalam kehidupan  manusia. Kenyataan ini dapat menjadi bukti untuk menolak argumentasi Felisback atau Sigmund Freud yang beranggapan bahwa pengalaman beragama yang sudah dialami manusia beradab-abad hanyalah pengalaman ilusi manusia atas ketidakberdayaannya. Karena itu Muhammad Iqbal mengatakan pengalaman beragama bukanlah sesuatu yangbersifat khayal dan oleh sebab itu tidak mempunyai isis kognitif, namun pengalaman beragama adalah mempunyai makna.
Dalam tradisi skolastik yang banyak mempengaruhi pemikiran filsafat mistik Islam, Memberikan makna pengalaman beragama senantiasa terkait pengenalan diri di mana pengalaman beragama merupakan puncak dari pengenalan diri. Pengenalan diri adalah seni kehidupan dalam beragama, seni tertinggi yang akan membawa manusia kepada kecerahan yang berasal dari diri yang teringgi yakni Allah.
Ditinjau darisudut fisafat, perbincangan tentang pengalaman beragama sesungguhnya merupakan pembicaraan tentang cara menuju Allah atau dengan kata lain disebut juga dengan suatu usaha untuk mengerti adanya Allah yang termasuk dalam bidang metafisika.
Dalam metafisika ada empat cara untuk mengerti eksistensi Allah, yakni melalui finalitas di dalam kosmos, jalan melalui roh manusia dan jalan melalui pandangan bahwa Allah sebagai nilai mutlak serta jalan argumentasi ontologis.
Namun demikian Muhammad Iqbal tidak menyetujui jalan-jalan tersebut dengan mengemukakan pandangan bahwa situasi manusia tidaklah final dan bahwa pikiran dengan realitas merupakan kesatuan tak terpisahkan yang kesemuanya berdasarkan pengalaman manusia.
Menurut Muhammad Iqbal, pengalaman manusia itu berlangsung dalam waktu dan ruang serta mempunyai tiga tingkatan yakni materi, pikiran dan kesadaran di mana ketiga hal tersebut berlandaskan spiritual. Berdasarkan sifat spiritual pengalaman manusia inilah maka dikatakan Iqbal bahwa semakin seseorang mengalami pengalaman beragama maka semakin ia mengalami kebebasan, dan semakin mengalami pengalaman beragama maka semakin ia mengalami kebebasan, dan semakin orang tersebut mengalami kebebasan, maka semakin ia mengalami keadaan bersatu dengan usaha kreatif yang berasal dari Allah.
Usaha kreatif tersebut dalam persepektif Bergson disebut Elan Vital. Hal inilah yang mewujudkan evolusi kreatif semesta alam, karena itu alam dalam pandangan ini bukanlah benda-benda objektif melainkan suatu rangkaian kegiatan. Realitas merupakan suatu dorongan yang bersifat hidup dan kreatif dan tidak dapat diramalkan oleh pikiran yang mengacu pada benda-benda objektif, tetapi hanya dapat dipahami kuat intelektualitas berdasarkan intiusi.
Al Quran  surat 25 ayat 26 menyatakan bahwa : " Dialah yang menjadikan siang dan malam silih berganti, bagi siapa yang berkemauan mengingat atau keinginan bersyukur...".
Ayat ini menunjukkan bahwa suatu realitas hakiki berhubungan dengan perlangsungan waktu murni, dengan pikiran dan tujuan yang membentuk suatu kesatuan organik yang disebut oleh Iqbal dengan istilah Kesatuan Ego, yangmenjadi sumber semua kehidupan dan pikiran individu. Iqbal mengatakan bahwa berada dalam perlangsungan waktu murni berarti suatu ego, dan menjadi suatu ego berarti dapat menyatakan "aku". Yang dimaksud Iqbal adalah puncak pengalaman beragama terjadi dimana aku bersatu dengan Aku Hakiki yang merupakan asal dari diriku.
Oleh karena itu, waktu adalah unsur yang esensial dari realitas yang sesungguhnya. Kalau kita mengatakan ada waktu sebagai momen sambung-menyambung (waktu temporer yang kita alami), maka di balik itu sebenarnya ada waktu hakiki. Inilah ego yang mutlak dengan wataknya tidak berada dalam perubahan secara berganti, namun terlibat dalam usaha penciptaan yang terus menerus, sebagai evoluasi kreatif dari ego itu sendiri, inilah merupakan realitas terakhir, sebagai suatu kehidupan kreatif yang terarah secara rasional kodrat dari realitas ini adalah rohani.
Dengan demikian, mengalami dan terlibat dalam evoluasi kreatif ego adalah tempat dari makna pengalaman beragama. Dalam Islam  hal tersebut terwujud dalam simbolisme sholat dan zikir. Sholat dan Zikir adalah pernyataan kerinduan bathin manusia untuk mendapat jawaban atas hakikat hidup dan sebagai penghubung diri sebagai ego dengan ego yang mutlak.

Ekspresi agama di nusantara



Indonesia merupakan salah satu Negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Keberhasilan penyebaran Islam di Nusantara tidak dapat dipisahkan dari peranan wali sanga. Ketika menyiarkan Islam para wali sanga menggunakan berbagai bentuk kesenian tradisional masyarakat setempat dengan cara menyisipkan nilai-nilai islam ke dalam kesenian tersebut. Upaya para wali sanga tersebut diterima baik oleh masyarakat, mereka tidak merasa asing karena budaya asli mereka tidak dihapus. Lambat laun seni budaya local tersebut berubah menjadi seni budaya local yang bernuansa Islam.
Pengertian Seni Budaya Lokal Sebagai Tradisi Islam
Makna dari seni budaya local sebagai tradisi Islam adalah semua budaya yang berada dn berkembang di wilayah Indonesia yang dijadikan tradisi Islam karena sudah dipengaruhi oleh ajaran-ajaran Islam.  Seni budaya local yang sudah dipengaruhi ajaran Islam banyak jenisnya ada yang berupa kesenian, upacara adat dan seni bangunan. Ketiga kelompok tersebut menggambarkan suatu budaya yang menjadi cirri khas dari setiap budaya mereka.
 Budaya Lokal  sebagai Tradisi Islam
Perlu difahami bahwa adanya penggabungan antara budaya local dengan ajaran Islam bukan berarti ajaran Islam yang dipengaruhi budaya local, tetapi justru budaya local yang dipengaruhi ajaran Islam, sehingga yang tadinya tidak ada unsur-unsur Islam dalam budaya tersebut menjadi bernafaskan Islam.
 Kesenian
Kesenian merupakan kebudayaan yang banyak terdapat di Indonesia. Oleh karena itu, kesenian juga disisipkan ajaran Islam. Bahkan kesenian tradisi Islam murni dapat dijadikan kesenian baru yang diterima masyarakat sebagai budaya local.
Beberapa kesenian local berhasil diubah menjadi kesenian Islami oleh Wali Sanga. Dengan kepandai mereka kesenian local dijadikan sebagai media dakwah sehingga budaya local yang dahulunya menyimpang menjadi benar menurut ajaran Islam. Kesenian-kesenian local yang bernuansa Islam atau yang menjadi bernuansa Islam diantaranya adalah:
Hadrah dan salawat kepada Nabi Muhammad saw
Hadrah adalah salah satu jenis alat musik yang bernafaskan Islam. Seni suara yang diiringi dengan rebana (perkusi dari kulit hewan) sebagai alat musiknya. Sedang lagu-lagu yang dibawakan adalah lagu yang bernuansakan Islami yaitu tentang pujian kepada Allah swt dan sanjungan kepada Nabi Muhammad saw. Dalam menyelenggarakan pesta musik yang diiringi rebana ini juga menampilkan lagu cinta, nasehat dan sejarah-sejarah kenabian. Sampai sekarang kesenian hadrah masih eksis berkembang di masyarakat. Pada zaman sekarang kesenian hadrah biasanya hadir ketika acara pernikahan, akikahan atau sunatan. Bahkan kesenian hadrah ini dijadikan lomba antar pondok pesantren atau antar madrasah.
 Qasidah
Qasidah artinya suatu jenis seni suara yang menamilkan nasehat-nasehat keislaman. Dalam lagu dan syairnya banyak mengandung dakwah Islamiyah yang berupa nasehat-nasehat, shalawat kepada Nabi dan do’a-do’a. Biasanya qasidah diiringi dengan musik rebana. Kejadian pertama kali menggunakan musik rebana adalah ketika Rasulullah saw disambut dengan meriah di Madinah.
 Kesenian Debus
Kesenian debus difungsikan sebagai alat untuk membangkitkan semangat para pejuang dalam melawan penjajah. Oleh karena itu, debus merupakn seni bela diri untuk memupuk rasa percaya diri dalam menghadapi musuh.
Pengertian lain dari debus adalah gedebus atau almadad yaitu nama sebuah benda tajam yang digunakan untuk pertunjukan kekebalan tubuh. Benda ini terbuat dari besi dan digunakan untuk melukai diri sendiri. Karena itu kata debus juga diartikan dengan tidak tembus. Filosofi dari kesenian ini adalah kepasrahan kepada Allah swt yang menyebabkan mereka memiliki kekuatan untuk menghadapi bahaya, seperti yang dilambangkan dengan benda tajam dan panas.
Suluk
Suluk adalah tulisan dalam bahasa jawa dengan huruf  jawa maupun huruf arab yang berisikan pandangan hidup masyarakat jawa. Suluk berisi ajaran kebatinan masyarakat jawa yang berpegang teguh pada tradisi jawa dan unsur-unsur Islam.
Suluk sewelasan tergolong ritual yang sudah langka dalam tradisi budaya Islam di Jawa. Berbagai bentuk seni budaya Islam yang berkembang di Jawa tak terdapat di Arab sana Tradisi yang dibawa dari Persia ini untuk memperingati hari lahir Syekh Abdul Qadir Jaelani, tokoh sufi dari Baghdad, Irak, yang jatuh pada tanggal 11 (sewelas). Suluk dalam bahasa Jawa dan Arab, terdiri dari salawat dan zikir—zikir zahir (fisik) dan zikir sirri (batin). Ketika zikir mereka terdengar mirip dengungan, orang-orang itu seperti ekstase. Jari tangan tak henti memetik butir tasbih. Ketika jari berhenti, zikir dilanjutkan di dalam batin. Pada titik ini terjadi ”penyatuan” dengan Yang Maha Esa. Lewat suluk ini akan mempertebal keyakinan kepada Allah swt.
Marawis
Marawis adalah salah satu jenis “band tepuk” dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian Timur Tengah dan Betawi, dan memiliki unsur keagamaan yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta. Jenis musik ini dibawa ke Indonesia oleh para pedagang dan ulama yang berasal dari Yaman beberapa abad yang lalu. Disebut Marawis karena musik dan tarian ini menggunakan alat musik khas mirip kendang yang disebut Marawis. Alat musik tetabuhan lainnya yang digunakan adalah hajir atau gendang besar, dumbuk (sejenis gendang yang berbentuk seperti dandang), tamborin, dan ditambah lagi dua potong kayu bulat berdiameter sekira 10 cm.
 Upacara Adat
Pada masa penyebaran Islam di nusantara banyak dijumpai upacara-upacara pemujaan. Upacara tersebut berupa pemujaan kepada roh nenek moyang dan terhadap benda-benda pusaka yang dianggap memiliki kekuatan. Dengan datangnya ajaran Islam banyak diantara upacara-upacara tersebut yang disisipi ajaran Islam.
Diantara upacara-upacara yang sudah dimasuki ajaran Islam adah :
  1. Pernikahan (upacara saweran diisi dengan nasihat perkawinan yang islami, dll)
  2. Kematian (talkin dan tahlilan)
  3. Mauludan, yaitu peringatan lahirnya Rasulullah
  4. Grebek, yaitu upacara mengiringi para raja atau pembesar
  5. Sekatenan, yaitu hamper sama dengan mauludan dilaksanakan setiap tanggal 12 Rabiul awal
  6. Pesta tabuik, yaitu peringatan meninggalnya cucu nabi Muhammad.
  7. Selikuran, upacara yang diadakan setiap bulan ramadlan di malam-malam ganjil mulai tanggal 21 ramadlan
  8. Megangan, yaitu upacara menyambut datangnya bulan suci ramadlan
 Seni Bangunan
Diantara seni  bangunan yang merupakan seni budaya tradisi Islam bisa dilihat pada arsitektur mesjid, makam para raja dan bangunan-bangunan bersejarah lainnya.
Kesempurnaan Ajaran Islam
Keberadaan tradisi-tradisi/adat yang diwarnai ajaran Islam di Bumi Nusantara menunjukkan keberhasilan dakwah Islam di Nusantara. Namun, yang perlu diingat bahwa tradisi/budaya tersebut hanyalah merupakan alat/metode dakwah, bukanlah tujuan akhir. Sehingga bukanlah harga mati dan masih bisa menerima perubahan. Karena tujuan dakwah para da’i dan Wali Songo yang sebenarnya adalah untuk menerapkan ajaran Islam secara murni dan kaffah, karena Islam adalah ajaran yang sempurna. Allah SWT berfirman:
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا
“…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu
nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu…” (QS. Al-Maaidah [5]: 3)
Oleh karena itu, Islam tidak memerlukan penambahan apalagi pengurangan ajarannya. Karena hal yang demikian dilarang oleh Rasulullah SAW sebagaimana sabdanya:
عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِيْنَ أُمِّ عَبْدِ اللهِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم : مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ. (رواه البخاري ومسلم)
وفي رواية لمسلم: مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
 Ummul mukminin, ummu Abdillah, Aisyah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata bahwa Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang mengada-adakan sesuatu dalam urusan agama kami ini yang bukan dari kami, maka dia tertolak”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat Muslim : “Barangsiapa melakukan suatu amal yang tidak sesuai urusan kami, maka dia tertolak”
Jadi, jika ada ajaran Islam dan adat/tradisi yang saling bertentangan maka tentunya kita harus memilih dan memegang erat ajaran Islam sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah yang akan menyelamatkan kita di dunia dan akhirat. Tidak boleh menjadikan tradisi/adat sebagai ibadah yang tidak ada contohnya serta tidak boleh pula bersikap fanatik buta (ikut-ikutan tanpa ilmunya) kepada tradisi/peninggalan nenek moyang.
Namun, dalam menyikapi keberagaman dan perbedaan yang ada terkait dengan tradisi/adat di Nusantara maka sebagai muslim tentunya harus bersifat dan bersikap tasamuh (toleransi) selama tidak melanggar/merusak masalah aqidah. Karena apabila ada tradisi/adat yang tidak sesuai dengan aqidah Islam maka kita harus tegas menjauhinya dan mengingatkan orang lain agar tidak terperosok ke dalam kemusyrikan, seperti: Upacara Laut/Pesta Nelayan yang mengadakan sesajian untuk Nyi Roro Kidul, dll.

Sejarah Agama Islam Di Dunia

Sejarah Agama Islam Di Dunia

Islam muncul di Semenanjung Arab pada abad 7 Masehi ketika Nabi Muhammad saw mendapat ayat-ayat Allah s.w.t. Setelah kematian Rasullullah s.a.w. Islam berkembang ke Samudra Atlantik di Barat dan Asia Tengah di Timur. Seiring waktu, Muslim dibagi dan ada banyak kerajaan Islam berkembang lainnya.
Namun, munculnya Islam sebagai kerajaan kerajaan Umayyah, Abbasiyah, kerajaan Seljuk / Turki Seljuk, Ottoman Empire, Mughal Empire, India, dan Kesultanan Malaka telah menjadi kerajaan yang kuat. Tempat yang bagus untuk belajar ilmu pengetahuan telah menyadari sebuah peradaban Islam yang agung.Banyak ahli dalam ilmu sains dan sebagainya muncul dari negara-negara Muslim, terutama dizaman emas Islam.
Pada abad ke-18 dan ke-19 Masehi, banyak daerah Islam jatuh ke tangan penjajah Eropa. Setelah Perang Dunia I, Kekaisaran Ottoman runtuh kerajaan Islam terakhir menyembah bumi.

Nabi Muhammad S.A.W

Semenanjung Arab sebelum kedatangan Islam adalah daerah yang sangat terbelakang. Banyak orang Arab yang penyembah berhala dan pengikut lain dari agama Kristen dan Yahudi. Mekkah saat itu adalah tempat suci bagi orang-orang Arab. karena di tempat-tempat ini ada berhala agama mereka dan ada juga Sumur Zamzam, dan yang paling penting adalah Ka’bah.
Nabi Muhammad SAW lahir di Makkah pada Tahun Gajah adalah pada taggal 12- Rabi’ul Awal atau pada tanggal 21 April (570 atau 571 Masehi). Nabi Muhammad adalah seorang yatim piatu setelah ayahnya Abdullah bin Abdul Muthalib meninggal ketika ia masih dalam kandungan dan ibunya Aminah binti Wahab meninggal ketika ia berusia 7 tahun.
Kemudian ia dibesarkan oleh kakeknya Abdul Muthalib. Setelah kakeknya meninggal ia dibesarkan dengan baik oleh pamannya, Abu Thalib. Nabi Muhammad kemudian menikah dengan Siti Khadijah ketika ia berusia 25 tahun. Dia memiliki kambing dan menjadi pengembala kambing.
Nabi Muhammad pernah diangkat menjadi hakim. Pada saat ia berusia 35 tahun, pada saat banjir di kota Mekah, ia tidak suka suasana kota Mekah yang dipenuhi dengan orang-orang yang memiliki masalah sosial yang tinggi. Selain orang-orangnya menyembah berhala, orang-orang Mekah pada waktu itu juga mengubur bayi-bayi perempuan. Nabi Muhammad menghabiskan banyak waktu degan menyendiri di gua Hira untuk mencari ketenangan dan memikirkan Mekkah.
Ketika Nabi Muhammad berumur 40 tahun, ia dikunjungi oleh Malaikat Jibril. Setelah itu, ia mengajar ajaran Islam secara diam-diam kepada orang-orang terdekat yang dikenal sebagai “as-Sabiqun al-Awwalun (yang pertama masuk Islam)” dan kemudian secara terbuka kepada seluruh penduduk Mekkah, setelah turun wahyu al quran surat al Hijr ayat 94.
Di tahun 622, Nabi Muhammad dan pengikut-pengikutnya pindah dari Mekah ke Madinah. peristiwa ini dinamakan Hijrah. Sejak itu dimulai kalender Islam atau kalender Hijriyah.
Warga Mekkah dan Madinah berjuang dengan Nabi Muhammad saw. dengan hasil yang baik meskipun ada di antara umat Islam yang tewas. Muslim akhirnya menjadi lebih kuat, dan menaklukkan kota Mekah. Setelah Nabi Muhammad s.a.w. wafat, seluruh Jazirah Arab di bawah kendali Islam.

Perkembangan Agama Islam Di Dunia

Dalam sejarah umum Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad telah berkembang secara luas di seluruh dunia. Bani Abbasiyah, Bani Umayyah, dan Kekaisaran Utsmaniyah dapat dikatakan untuk menghubungkan daya dari empat khalifah pertama Islam setelah Khulafaur Rasyidin.
Indonesia telah mengenal Islam sejak abad pertama 7 masehi atau Hijriyah, meskipun frekuensinya tidak terlalu besar hanya melalui perdagangan dengan para pedagang-pedangang muslim yang berlayar ke Indonesia untuk berhenti untuk beberapa waktu. Pengenalan Islam lebih baik, khususnya di Semenanjung Melayu dan Nusantara, yang berlangsung hingga beberapa abad kemudian.

Khulafaur Rasyidin

  • 632 – Wafatnya Nabi Muhammad dan Abu Bakar diangkat sebagai Khalifah. Usamah bin Zaid memimpin penyerbuan ke Syria. Perang melawan orang yang murtad, yaitu Bani Tamim dan al-Kadzab Musailamah. Dan
  • 633 M – Mulailah pengumpulan Al Quran.
  • 636 M – Perang di tentara Romawi sehingga Ajnadin atas Suriah, Mesopotamia, dan Palestina bisa ditaklukkan. Penaklukan Kadisia atas tentara Persia.
  • 661 M – Ali bin Abi Thalib meninggal karena dibunuh. Pemerintah Khulafaur Rasyidin berakhir. Hasan (cucu dari Nabi Muhammad) kemudian diangkat sebagai Khalifah ke-5 Muslim (umat muslim) menggantikan Ali bin Abi Thalib.
  • 661 M – Setelah sekitar 6 bulan Khalifah Hasan memerintah, dua kelompok besar, yaitu kekuatan Islam pasukan Hasan Khalifah di Kufah dan pasukan Muawiyah di Damaskus siap untuk memulai pertempuran besar.
    Ketika pertempuran akan pecah, Muawiyah kemudian menawarkan rencana perdamaian untuk Khalifah Hasan kemudian dengan mempertimbangan persatuan Umat Muslim, rencana perdamaian diterima dengan persyaratan oleh Khalifah Hasan kepada Muawiyah. disampaikan oleh Khalifah Hasan kepada Muawiyah.
    Tahun itu dikenal sebagai Tahun Perdamaian / Unity (Aam Jamaah) dalam sejarah umat Islam. Sejak saat itu Muslim Khalifah Muawiyah diikuti oleh sistem yang merupakan kerajaan Islam pertama yaitu pergantian pemimpin (Raja Islam) dilakukan untuk generasi (Daulah Umayyah) dari Umayyah Daulah kemudian terus kerajaan Islam yang selanjutnya disebut yaitu pergantian pemimpin.

Kerajaan Bani Ummaiyyah

  • 661 M – Muawiyah menjadi khalifah dan mendirikan sebuah Kerajaan Bani Ummaiyyah.
  • 669 M – Mempersiapkan peperangan untuk melawan Konstantinopel
  • 677 M – Melakukan penyerangan peperangan Konstantinopel yang pertama kali tetapi masih gagal.
  • 679 M – Melakukan penyerangan peperangan Konstantinopel yang kedua tetapi gagal karena Muawiyah meninggal pada tahun 680.
  • 700 M – Tentara muslim melawan Afrika Utara dari kaum Barbar .
  • 717 M – Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah. Pembaharuan yang hebat dijalankan.
  • 725 M – Tentara muslim melawan Nimes di Perancis.
  • 749 M – Kekalahan tentera Ummayyah di Kufah, Iraq ditangan tentara Abbasiyyah.
  • 750 M – Damaskus ditaklukkan oleh tentera Abbasiyyah. Dan runtuhnya Kerajaan Bani Ummaiyyah.

Kerajaan Bani Abbasiyyah

  • 752 M – Berdirinya sebuah Kerajaan Bani Abbasiyyah.
  • 763 M – Pendirian kota Baghdad. Kekalahan tentara Abbasiyyah di Spanyol.
  • 809 M – Wafatnya Harun ar-Rasyid. Al-Amin dan diangkat menjadi khalifah.
  • 814 M – Terjadinya perang saudara antara Al-Amin dan Al-Ma’mun. Al-Amin yang terbunuh dan Al-Ma’mun yang menjadi khalifah.
  • 1055 M – Penyerangan tentara Turki terhadapa Baghdad..
  • 1091 M – Berakhirnya pemerintahan islam di Sicilia karena penyerangan Bangsa Norman.
  • 1095 M- 1099 M – Dimulai pertama kalinya perang Salib dan Tentara Salib mengalahkan Baitul Maqdis. Dan mereka membunuh semua penduduknya.
  • 1144 M – Nuruddin Zengi mengalahkan Edessa dari tentera Kristian. Perang Salib kedua berlaku.
  • 1187 M – Salahuddin Al-Ayubbi mengalahkan Baitulmuqaddis dari tentera Salib. Perang Salib ketiga berlaku.
  • 1258 M – Pasukan Mongol melakukan penyerangan dan menghancurkan Baghdad. Ribuan penduduk Baghdad terbunuh. Runtuhnya Baghdad. Berakhirnya pemerintahan Kerajaan Bani Abbasiyyah-Seljuk.
  • 1260 M – Kebangkitan Umat Muslim (islam). Kerajaan Bani Mamluk di Mesir (merupakan sebuah pertahanan Umat Muslim yang ke 3 terakhir setelah Makkah & Madinah) dari pimpinan SultanSaifuddin Muzaffar Al-Qutuz yang mengalahkan pasukan Mongol di dalam sebuah peperangan di Ain Jalut.

Kerajaan Turki Utsmani

  • 1299 M – Sebuah pemerintahan yang kecil di Turki di bawah Turki Seljuk didirikan di barat Anatolia.
  • 1301 M – Osman I menyatakan bahwa dirinya sebagai seorang sultan. Dan berdirinya Kerajaan Turki Usmani.
  • 1402 M – Timurlane, Raja Tartar (Mongol) menghabiskan tentera Uthmaniyyah di Ankara.
  • 1451 M – Sultan Muhammad al-Fatih menjadi seorang pemimpin pemerintah.
  • 1687 M – Wafatnya Sultan Muhammad IV.
  • 1804 M – Kebangkitan dan pemberontakan bangsa Serbia yang pertama.
  • 1815 M – Kebangkitan dan pemberontakan bangsa Serbia kedua.
  • 1826 M – Kekalahan tentera laut Uthmaniyyah di Navarino. Dan pembunuhan secara massal tentara elit Janissari.
  • 1830 M – Kemerdekaan Greece dan berakhirnya peperangan.
  • 1853 M – Awal Perang Crimea.
  • 1856 M – Berakhirnya Perang Crimea.
  • 1912 M dan 1913 M – Perang Balkan pertama dan Perang Balkan kedua
  • 1924 M – Khalifah dihapus.Dan berakhirnya sebuah pemerintahan Kerajaan Turki Utsmani.
Agama islam pertama masuk ke Indonesia melalui proses perdagangan, pendidikan dan lain-lain.
Tokoh penyebar agama islam di Indonesia adalah walisongo antara lain,
  1. Sunan Ampel
  2. Sunan Bonang
  3. Sunan Muria
  4. Sunan Gunung Jati
  5. Sunan Kalijaga
  6. Sunan Giri
  7. Sunan Kudus
  8. Sunan Drajat
  9. Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim)

Pemahaman agama



Saat kita melihat agama ini dari berbagai sudut pandang, misalnya dari sudut pandang masyarakat negara barat, akan banyak pendapat yang berbeda-beda. Coba bertanya pada sepuluh orang di jalanan Amerika secara acak, kita akan mendengar “teroris”, “liar”, “ekstrem”, “para penjihad”, dan sedikit dengan kata “hangat” dan “damai”. Dari sekitar tujuh dari sepuluh orang secara acak yang di tanyai berpikir bahwa Islam adalah tentang terorisme, atau tidak tahu banyak tentang Islam.


Pengertian agama menurut bahasa (etimologi) atau secara lughawi, menurut H.M Syafaat, bahwa agama berarti “tidak kacau”. Kata agama itu berasal dari bahasa Sansekerta yaitu a: tidak, gama: kacau (tidak kacau).
Pengertian agama secara istilah adalah sesuatu yang membawa peraturan yang merupakan hukum yang harus dipatuhi, menguasai diri seseorang dan membuat ia tunduk dan patuh kepada Tuhan dengan menjalankan ajaran dien itu, membawa kewajiban-kewajiban yang kalau tidak dijalankan menjadi utang.kewajiban dan kepatuhan membawa faham pembalasan, menjalankan mendapat baik, mengingkarinya memperoleh balasan buruk.
Pengertian Islam secara etimologi adalah sebagai berikut: Islam itu berasal dari bahasa Arab, dari bentuk masdar (isim masdar, dalam istilah ilmu sharaf) yaitu “penyerahan diri atau berserah diri)”.
Sedangkan pengertian Islam secara istilah adalah sebagai berikut: Islam adalah agama yang mengatur manusia agar menjadi selamat, sejahtera, aman, damai, dan menyerahkan diri kepada Allah, patuh dan tunduk kepada-Nya serta mau beribadah dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Secara kongkrit pengertian agama Islam menurut istilah adalah sebagai berikut :
     Agama Islam yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW yang disiarkan dengan dakwah ke seluruh penjuru dunia, memberikan petanda bahwa Islam diperuntukkan bagi semua manusia yang berada di muka bumi. Kesempurnaan, keuniversilan dan kecocokan ajaran Islam dalam kehidupan manusia baik kehidupan masa lalu, masa sekarang, maupun masa yang akan datang jelas memberikan pandangan yang luas kepada manusia bahwa Islam mempunyai konsepsi yang matang, terarah dan sesuai dengan perkembangan zaman yang sebagian besar ditandai dengan akselerasi peradaban, rekayasa industri dan teknologi. Aksioma yang dapat diterima bahwa Islam pada prinsipnya adalah agama yang mengatur manusia di dunia agar memenuhi perintah Tuhannya dan selalu mentaatinya, dan tunduk serta tawakal untuk mencapai tingkatan takwa yang sesungguhnya.

Pengalaman baragama

MENURUT Muhammad Iqbal, Al Quran secara umum bertujuan hendak menyadarkan manusia tentang adanya kesadaran bathin manusia yang lebih ti...